Samudra Menjadi Saksi Bahwa Cinta Kita Telah Usai

Awalnya biasa saja ku kira cinta itu dapat mengubah segalanya namun semuanya dapat di kalahkan oleh kebutuhan yang bersifat materi, tanggung jawab terhadap anak lebih besar dari pada kata cinta untuk kekasih. Narasi ini hanya sebuah tafsif dari apa yang ku rasa karna rasa itu telah bermanifestasi menjadi cerita.
Seolah tak terjadi apapun seperti halnya berjalan biasa saja, namun ada dusta antara kita berdua yang di tutup rapat oleh kebohongan hingga perlahan terungkap oleh sikap yang berubah.
Mengemis perhatian melalui setatus dan pesan ironi dari bahasa yang bukan mengarah kepadaku, aku hanya menduga bahwa ada hubungan dengan yang lainya, terlihat saat ada ponsel yang berdering dan menghindar seakan ada hal privasi yang di tutupi.
Hari ini samudra menjadi saksi bahwa semua yang ku duga telah terungkap, pilihanya bukan aku namun dia yang menurutnya terbaik bagimu, yaitu lelaki pilihan orang tuamu, kisahnya telah usai hari ini dan menjadi kenangan manis, ku tutup catatan kisah bersamamu dan akan ku simpan dalam brangkas yang siapapun tidak akan dapat membukanya kecuali aku.
Pesanku untukmu, tetaplah berbuat baik untuk siapapun, berikan apa yang kamu bisa dan jangan harapkan dengan apa yang kamu dapat, hargailah pilihan orang tuamu sebagai bentuk kebaktianmu kepadanya karna itu ujud dari anak solehah.
Buat kamu, selamat tinggal sampai berjumpa di akad pernikahanmu dengan lelaki plihan ibu mu, ku doakan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah jadilah istri yang solehah.