Patih Arya Suman sangkuni : Watak Ahad Legi

Patih Arya Suman sangkuni : Watak Ahad Legi
07-Jul-2022 | sorotnuswantoro Banjarnegara

Watak ahad legi umumnya memiliki sifat suka hal yang ga aneh, mistis, atau misterius (maksudnya suka menyelidiki atau ingin tau tentang suatu hal). Berwawasan luas sehingga ide gagasannya menjadi pertimbangan tersendiri.

Sifat buruk : senang mengurusi urusan orang lain (dipandang sebagai hiburan), licik, pendiam.

Sifat baik : Tegas, sangat tenang dan terkendali, Sabar, Murah senyum, cerdik, pandai memecahkan rahasia.

Tekun, mandiri, dan berwibawa. Bertanggung jawab, menyenangkan dalam pergaulan, murah hati, seperti tak mengenal susah, tenang, selalu gembira bicaranya berisi, kuat menahan lapar, kuat tidak tidur malam. Terkadang juga mendapat kebingungan dan terkena fitnah.

Berkuasa, kuat pengaruhnya, perayu, berbakat menjadi pemimpin dan bertanggung jawab, pembantah.

Tekun dan dermawan, lemah lembut. Luas wawasannya sehingga menjadi sumber orang lain mencari ilmu.

Berkecukupan tetapi kadang merasa resah dan mendapat kesialan.

Patih Arya Suman /Sangkuni (sangka uni/artinya : dari ucapan) adalah nama pemberian Prabu Pandudewanata saat peristiwa "Gandamana Luweng".

Kelicikan Arya Suman ingin menyingkirkan Gandamana (patih resmi Hastina) dengan cara fitnah dan pembunuhan. Arya Gandamana tersingkir serta dinyatakan tewas dan Arya Suman berhasil menjadi patih pengganti.

Tetapi kelicikannya terbongkar karena Arya Gandamana lolos dari pembunuhan dan berhasil menghajar habis²san Arya Suman, sehingga wajahnya rusak.

Akibat peristiwa tersebut nama Arya Suman berganti Sangkuni, atas dasar dari ucapan Arya Suman yang memberikan kabar palsu jika Arya Gandamana terbunuh sehingga muncul gagasan disegerakan untuk mengangkat patih pengganti.

Patih Sangkuni, netu 10 watak ahad legi. Putra ketiga dari Prabu Suwala dan Dewi Wersini (kerajaan Gandara). Kesatriyan Plasajenar (rumah dinas) saat menjadi patih di Hastina.

Karya. Den Juneng

Tags