Sembilan Wali Dan Petilasan Di Candi Adipati Rajaurib

Sembilan Wali Dan Petilasan Di Candi Adipati Rajaurib
17-Jun-2022 | sorotnuswantoro Brebes

Desa Rajawetan berada di kecamatan tonjong kabupaten brebes nama Rajawetan diambil dari kata Raja dan wetan Raja artinya pengembara laki-laki yang datang dari beberapa wilayah untuk wetan sendri memiliki arti sebuah wilayah yang berasal dari jawa tengah.

Awal terbentuknya wilayah Rajawetan adalah adanya seorang pendatang bernama buyut sapi yang berasal dari Mataram tokoh Buyut sapi inilah yang dianggap sebagai pendiri Desa Rajawetan.

Kemudian disusul tokoh lainnya berasal dari beberapa wilayah separti :

1 Cirbon

2 Tasik

3 Bandarkawung

4 Ciamis dll

Jumlah pendatang berjumlah tujuh orang dari jumlah tersebut maka dinobatkanlah Buyut sapi sebagai kepala lurah dengan nama Dusun Rajaurib.

Bunyut sapi adalah orang yang pertama kali mengenalkan ajaran agama Islam masyarakat Rajawetan lebih mengenal Buyut sapi sebagai Adipati Rajaurib yang diabadikan dengan nama candi bernama Candi Adipati Rajaurib.

Masyarakat meyakini di Candi Adipati Rajaurib terdapat makam sembilan wali yang berupa beberapa petilasan para sesepuh penyebar agama islam yang pernah singgah di Desa Rajawetan dan membentuk suatu wilayah.

Berikut ini adalah nama tokoh yang merupakan petilasan yang berada di Desa Rajawetan:

1 Mbah Rajaurib

2 Mbah Kunci Agung

3 Mbah Mangku alam

4 Mbah Wali sunan bonang

5 Mbah Akhmad Muhamad

6 Mbah sunan bonang

7 Syek Mahribi

8 Mbah Sunan bonang

9 Sunan taka panembahan

Dengan adanya beberapa petilasan membuktikan bahwa tokoh-tokoh tersebut pernah singgah di Desa Rajawetan.

Menurut beberapa sumber tokoh-tokoh tersebut umurnya mencapai 310 tahun lamanya semasa hidupnya. Dalam sebuah perayaan tertentu Mbah Adipati Rajaurip sering mengundang Mbah Mangku alam untuk mengisi acara sintren yang diiringi gamelan juga tarian.

Sampai saat ini Desa Rajawetan masih sangat kental dengan adat dan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Rajawetan seperti:

1 Metoni

2 Ngatapi

3 Mider desa

4 Haul para Wali

5 Upacara kematian

6 Peringatan tujuh hari

7 Peringatan empat puluh hari hingga seribu hari

8 Ruwat bumi dan sintren

Mider desa adalah adat yang sangat kental di Desa Rajawetan bertujuan untuk meminta keselamatan pada yang maha kuasa dengan cara keliling desa dengan membaca sholawat juga takbir.

Sintren di lakukan pada waktu musim kemarau panjang untuk meminta hujan pada yang maha kuasa beberapa masyarakat beranggapan budaya sintren adalah acara hiburan.

Dengan mengenal beragam budaya di suatu daerah salah satunya Desa Rajawetan membuat kita memahami masyarakat Indonesia terlahir dari sebuah sejarah yang turun temurun membentuk suatu generasi tentunya melalui perjalan yang panjang dan menciptakan sejarah. Tentunya dari perjalanan tersebut terdapat begitu banyak peninggalan dari setiap wilayahnya warisan budaya tersebut adalah yang nantinya akan kita lestarikan.

Tags